fangirl, n.
1. (derogatory) a female fan, obsessed with something (or someone) to a frightening or sickening degree. Often considered ditzy, annoying and shallow.
2. (playful, good-natured) less extreme, a female fan who can laugh at their own passion for their particular interest (or even obsession).
Ga bisa dipungkiri kalo di dunia ini kita akan bertemu fangirls/fanboys di banyak fandoms yang berbeda. Kenapa gue mau ngomongin soal fangirls di wrestling fandom? Karena di section ini lah yang banyak mengundang kontroversi dimana apakah si cewek ini nonton wrestling karena the whole wrestling package... or to watch a certain wrestler?
Yang seperti kalian tau, I'm a girl (in case ada yang meragukan), I'm now 18 years old and I watched my first wrestling show when I was 6. Dari umur 6 tahun sampe sekitar umur 13 tahun, gue nonton wrestling PURE buat the whole thing. Gue ga pernah menilai wrestlers dari wujud dan mukanya dia. Ga pernah sekalipun gue menilai dari ganteng enggaknya.
Then... I grew up, my hormones started to change and CM Punk appeared. Disitu gue mulai menilai kalo wrestlers-wrestlers di WWE (atau di promotions manapun) emang ada yang menarik selain skills mereka di ring. Tentu aja modal muka yang bisa bikin cewek-cewek jantungan.
Fangirl acts yang dilakukan biasanya constant bragging of the person, beli merchandise yang dipake atau dipromo ama orang tsb, baca habis semua info tentang dia, spamming di account-account yang dia punya, the list goes on and on and on and ampe ke tingkat akhir yaitu stalking.
Is it okay, though?
Kebetulan gue jadi member di Tumblr. Disinilah kemauan gue untuk ngebahas hal ini keluar. Di Tumblr, populasi wrestling fangirls itu bener-bener banyak. Fangirls-nya pun beragam, ada yang hyper sampe ngetik kayak alay, ada juga yang tenang tapi sebenernya udah mau gila. Gue kenal beberapa orang disana yang masuk ke 2 kategori diatas. Ada yang hyper tapi juga critical, ada juga yang hyper tapi, she doesn't care about what's happening in the storyline...dia cuman care about the wrestler.
Ternyata di Tumblr ini banyak juga yang keganggu sama fangirl act ini. Mereka merasa kalo mereka cuman nonton wrestling gara-gara, "OMG THIS GUY IZ HAWT," mendingan gausah nonton. Dan yang merasa keganggu ini bukan fans yang laki-laki, tapi yang perempuan. Gue pun menelusuri lagi, apakah fans perempuan yang mengkritik fangirl act ini adalah fangirls? Jawabannya adalah IYA, cuman kalo dilihat dari definisi yang gue taro diatas, mereka dikategorikan fangirl yang kedua. Mereka fangirls tenang dan mereka menertawakan act mereka sendiri.
Gue masuk yang mana?
I can in both categories. Gue rasa temen-temen gue yang suka wrestling udah pada kebal gara-gara gue heboh sendiri ama wrestlers yang gue suka. Gue jujur ga begitu terganggu dengan fangirl acts. I don't mind fangirls yang doyan berimajinasi ampe bikin fanfictions. Satu jenis fangirl yang gue gasuka adalah yang bikin sexual fantasies. Big no-no for me.
Back to the first question, is it okay?
Menurut gue sih sah-sah aja untuk nonton wrestling karena menurut lo ada yang ganteng and brag about it. Walopun bagi wrestling fans yang udah mengabdi sejak lama akan merasa terganggu, but for me, it's okay to fangirl. Lagipula advantagenya jadi lebih ke gue yang suka banget ama wrestling, makin banyak yang suka ama yang gue suka kan? More recognition for the entertainment.
Bad thing-nya paling, kadang lo akan bertemu pure fangirls yang ga ngerti sama sekali tentang wrestling. Disaat lo excited bertemu seorang wrestling fan (yang ternyata fangirl) dan lo mau diskusi tentang wrestling...dia gatau apa-apa. Daaaaan, fangirls tend to spam their favorite wrestlers' email/twitter/whatever. Kadang-kadang kita yang wrestling fans jadi kasian ama wrestlersnya.
Semua hal ini juga berpengaruh buat fanboys dan untuk di fandoms/entertainment/bidang manapun, ga cuman wrestling aja.
Gue sih masih menerima tindakan fangirls yang masih dibatas normal. Selama ga mengganggu wrestlersnya sih gapapa. Memang diusahakan jangan sampe mengganggu fans lain, cuman kita ga tau kan batasan mengganggu bagi orang lain itu gimana. Tanggapan mereka terhadap fangirls pun beda-beda.
Be healthy, guys. Being a fan is healthy, you actually laugh more than you should. :D
Tell me what you guys think, I'd love to hear your thoughts.
Love & Respect,
xx Arrum
Friday, 18 March 2011
Sunday, 13 February 2011
WWE Divas Rant(?)
Okay, biasanya gue jarang ngomongin soal wrestling di blog. Satu-satunya postingan tentang wrestling yang pernah gue bikin itu tentang how I got hooked into wrestling + reasons kenapa gue suka banget ama sports-entertainment ini.
Terus kenapa dong gue bikin post tentang judul yang telah disebutkan diatas?
So, as a wrestling fan, I try to keep up with the news & updates. Hari ini (beberapa menit yang lalu lebih tepatnya) gue ngebuka website yang rutin gue buka untuk tau berita-berita ttg wrestling. Gue ngebaca satu artikel yang berisikan sedikit bagian dari interview salah satu diva di WWE yang punya stage name Kelly Kelly. Bagi yang gak tau, diva itu sebutan bagi female performers di WWE.
Bagi segelintir orang yang tau, gue adalah seseorang yang bisa dibilang nyaris 'anti-Kelly'. Rerata ketidak-sukaan gue terhadap Kelly Kelly ini cenderung bias, soalnya gue akan selalu berkomentar, "Ngapain sih Kelly disini, nyampah aja." tanpa memerhatikan improvement dari wrestling skillsnya atau how nice dia di real life, dsb. Kenapa gue menjelaskan semua hal ini? Karena agak aneh bukan? gue yang sangat tidak suka ama Kelly Kelly malah baca artikel tentang dia. Istilahnya, provokasi diri sendiri.
Back to topic, gue akhirnya baca artikel itu & menemukan segelintir kata-kata yang dikatakan oleh Kelly yang sukses bikin gue 'ticked off' dan memutuskan untuk bikin post ini. Di artikel tersebut, Kelly mengatakan, “I think the match we just had is one of the first main events the girls have been a part of, probably within the last 10 years,” (Kelly baru aja tanding di match yang jadi main-event di SmackDown)
Jujur, gue ngerasa kesel banget. Kenapa? Entah mungkin memang karena background dia bukan wrestler sehingga dia buta pengetahuan tentang wrestling atau kenapa, ga ngerti. Kenapa gue marah? Gue merasa, dia ga menghargai (atau mungkin gatau?) divas sebelum dia. Terakhir kali divas jadi main-eventers itu pada RAW 2004, dimana Lita berhadapan dengan Trish Stratus untuk WWE Women's Championship. Mungkin malah tahun 2006, dimana Rated RKO & Lita vs John Cena, Carlito & Trish Stratus. Mau di tahun manapun, main-event dimana divas ikut terlibat, hingga sekarang, gap-nya tidak sampai 10 tahun.
Kenapa sih gue kayaknya kesel banget? Dengan hal ini, gue jadi merasa yakin kalau WWE Divas sekarang ini memang lagi terpuruk lebih dari yang gue kira. Ga hanya dalam masalah skills, charisma & storylines aja tapi juga knowledge dari talentsnya sendiri. Gue akuin, di WWE masih ada divas yang memang wrestlers, tapi ga bisa dipungkiri kalo mayoritas divas sekarang adalah model-turn-wrestler yang hasil kerja on TV-nya cuman bisa bikin kita harap-harap cemas.
Gue mau nostalgia sedikit. WWE (yang dulunya bernama WWF) biasanya menganggap female talents mereka sebagai eye-candy. Pajangan, wrestling skill ga penting. Yang penting seksi, enak dilihat dan menjual. Tapi gue menghargai mereka karena mereka punya knowledge tentang wrestling. Mulai berevolusi dengan female talents yang ga hanya jual penampilan aja tapi mulai ikut beraksi di ring. Di masa inilah gue benar-benar respek sama female wrestlers. Mereka ga hanya jual sex-appeal aja, tapi mereka juga rela sacrifice their bodies in the ring, dan terlihat banget kalo derajat mereka itu sama ama wrestlers yang pria.
Lalu mulailah tahun 2002 dimana WWE mulai merekrut female talents ga hanya dari wrestling tetapi juga dari modelling. Jujur, pas awal gue tau WWE mulai begini, gue kesel banget. I mean, masih banyak yang mau kerja di WWE, please jangan hire orang yang mau kerja cuman karena the fame & fortune. Dan tentu saja, WWE tidak mendengarkan gue dong (siapa gue hahaha), dan proses menghire female talents dari modelling (atau manapun yang tidak berhubungan dengan wrestling) pun berlanjut hingga sekarang.
Gue akuin, ada beberapa model-turn-wrestler yang bikin gue impressed seperti, Christy Hemme, Eve Torres, Naomi, & Maryse. Ada beberapa faktor yang bikin gue bisa impressed ama mereka. Pertama, mereka mau improve & terlihat improvementsnya. Kedua, mereka sepertinya punya heart untuk jadi wrestlers.
Gue sebenernya menyesali keputusan WWE untuk berbuat seperti itu karena jika mereka mencari kecantikan, jujur di dunia independent wrestling masih banyak female wrestlers yang fisik & wajah cantik + punya wrestling skills yang baik. Jika WWE mencari entertainment value, tentu female wrestlers yang mengerti wrestling pasti mengerti baik apa yang harus mereka jual pada saat mereka tampil di atas ring. Jika WWE mencari role-models (since WWE is PG now), wrestlers yang harus bersusah payah untuk masuk ke WWE akan punya jiwa role-model yang lebih baik daripada female talents yang 'so-called' wrestlers yang masuk ke WWE yang lancar lewat jalan belakang.
Jalan belakang? Really?
Mungkin ga semua, but, let me tell you something. Gue adalah pendengar setia Art of Wrestling podcast yang dipandu oleh Colt Cabana. Pada salah satu episode, tamu dari podcast tsb adalah Sara Del Rey, one of the best female wrestlers in the world yang sekarang kerja di Ring of Honor. Di episode tersebut, tercetus dari mulut Sara (gue juga agak lupa, dia sign mau kerja atau latihan) tentang seseorang bernama Roland Alexander (mungkin the guy from All Pro Wrestling) yang bilang ke Sara, "It's not about who you know, it's about who you blow," and I was like, "Wow, really?" Ini lah yang bikin gue curiga kenapa justru untalented female performers yang di WWE malah banyak yang punya air-time. Backstage politics don't act nice.
Di cerita lain di episode tersebut adalah dimana Colt Cabana, pada saat dia masih di developmental, dia pernah nonton sebuah diva match. Di diva match ini, si diva A tengkurep di mat dan si diva B mencoba nge-pin si diva A dengan posisi pin kebalik (posisi diva A tengkurep, kakinya diangkat ama diva B, kayak posisi usual pin) dan si diva B-nya ini didn't understand why the referee didn't count the pin. Colt pun yang ketawa ngakak sadar kalo these 'divas' were there for the fame and stuff dimana Sara yang has all the love for wrestling doesn't get the recognition that she deserves. (Psst, si diva B ini ternyata masih di employed ama WWE loh, and she's always on TV, start guessing)
Melihat untalented female 'wrestlers' di TV membuat gue berpikir, "Man, ini sih ga maksimal. Kesannya women's division cuman buat pajangan." Gue agak berpikir kalau female performers di WWE ga maksimal mungkin karena ratingnya yang PG. Bisa juga gue keliru. Tapi jika pun, memang karena PG, bukankah jadi mengarah sexist? Dimana female talents dianggap lebih lemah dan kurang mengkontribusi daripada male talents-nya?
Gue sebagai wrestling fan & cewek pengen ngelihat female wrestlers yang skillnya bisa diakui didunia yang male-dominated ini. Mereka bisa jauh lebih entertaining. Kita ga hanya merhatiin storylines, matches are being rated too.
Yah, mudah-mudahan divas division kembali ke masa jayanya. Last words to WWE: Smart, sexy & powerful? Think again.
Please comment. I'd love to hear your thoughts.
Love & Respect,
xx Arrum
Terus kenapa dong gue bikin post tentang judul yang telah disebutkan diatas?
So, as a wrestling fan, I try to keep up with the news & updates. Hari ini (beberapa menit yang lalu lebih tepatnya) gue ngebuka website yang rutin gue buka untuk tau berita-berita ttg wrestling. Gue ngebaca satu artikel yang berisikan sedikit bagian dari interview salah satu diva di WWE yang punya stage name Kelly Kelly. Bagi yang gak tau, diva itu sebutan bagi female performers di WWE.
Bagi segelintir orang yang tau, gue adalah seseorang yang bisa dibilang nyaris 'anti-Kelly'. Rerata ketidak-sukaan gue terhadap Kelly Kelly ini cenderung bias, soalnya gue akan selalu berkomentar, "Ngapain sih Kelly disini, nyampah aja." tanpa memerhatikan improvement dari wrestling skillsnya atau how nice dia di real life, dsb. Kenapa gue menjelaskan semua hal ini? Karena agak aneh bukan? gue yang sangat tidak suka ama Kelly Kelly malah baca artikel tentang dia. Istilahnya, provokasi diri sendiri.
Back to topic, gue akhirnya baca artikel itu & menemukan segelintir kata-kata yang dikatakan oleh Kelly yang sukses bikin gue 'ticked off' dan memutuskan untuk bikin post ini. Di artikel tersebut, Kelly mengatakan, “I think the match we just had is one of the first main events the girls have been a part of, probably within the last 10 years,” (Kelly baru aja tanding di match yang jadi main-event di SmackDown)
Jujur, gue ngerasa kesel banget. Kenapa? Entah mungkin memang karena background dia bukan wrestler sehingga dia buta pengetahuan tentang wrestling atau kenapa, ga ngerti. Kenapa gue marah? Gue merasa, dia ga menghargai (atau mungkin gatau?) divas sebelum dia. Terakhir kali divas jadi main-eventers itu pada RAW 2004, dimana Lita berhadapan dengan Trish Stratus untuk WWE Women's Championship. Mungkin malah tahun 2006, dimana Rated RKO & Lita vs John Cena, Carlito & Trish Stratus. Mau di tahun manapun, main-event dimana divas ikut terlibat, hingga sekarang, gap-nya tidak sampai 10 tahun.
Kenapa sih gue kayaknya kesel banget? Dengan hal ini, gue jadi merasa yakin kalau WWE Divas sekarang ini memang lagi terpuruk lebih dari yang gue kira. Ga hanya dalam masalah skills, charisma & storylines aja tapi juga knowledge dari talentsnya sendiri. Gue akuin, di WWE masih ada divas yang memang wrestlers, tapi ga bisa dipungkiri kalo mayoritas divas sekarang adalah model-turn-wrestler yang hasil kerja on TV-nya cuman bisa bikin kita harap-harap cemas.
Gue mau nostalgia sedikit. WWE (yang dulunya bernama WWF) biasanya menganggap female talents mereka sebagai eye-candy. Pajangan, wrestling skill ga penting. Yang penting seksi, enak dilihat dan menjual. Tapi gue menghargai mereka karena mereka punya knowledge tentang wrestling. Mulai berevolusi dengan female talents yang ga hanya jual penampilan aja tapi mulai ikut beraksi di ring. Di masa inilah gue benar-benar respek sama female wrestlers. Mereka ga hanya jual sex-appeal aja, tapi mereka juga rela sacrifice their bodies in the ring, dan terlihat banget kalo derajat mereka itu sama ama wrestlers yang pria.
Lalu mulailah tahun 2002 dimana WWE mulai merekrut female talents ga hanya dari wrestling tetapi juga dari modelling. Jujur, pas awal gue tau WWE mulai begini, gue kesel banget. I mean, masih banyak yang mau kerja di WWE, please jangan hire orang yang mau kerja cuman karena the fame & fortune. Dan tentu saja, WWE tidak mendengarkan gue dong (siapa gue hahaha), dan proses menghire female talents dari modelling (atau manapun yang tidak berhubungan dengan wrestling) pun berlanjut hingga sekarang.
Gue akuin, ada beberapa model-turn-wrestler yang bikin gue impressed seperti, Christy Hemme, Eve Torres, Naomi, & Maryse. Ada beberapa faktor yang bikin gue bisa impressed ama mereka. Pertama, mereka mau improve & terlihat improvementsnya. Kedua, mereka sepertinya punya heart untuk jadi wrestlers.
Gue sebenernya menyesali keputusan WWE untuk berbuat seperti itu karena jika mereka mencari kecantikan, jujur di dunia independent wrestling masih banyak female wrestlers yang fisik & wajah cantik + punya wrestling skills yang baik. Jika WWE mencari entertainment value, tentu female wrestlers yang mengerti wrestling pasti mengerti baik apa yang harus mereka jual pada saat mereka tampil di atas ring. Jika WWE mencari role-models (since WWE is PG now), wrestlers yang harus bersusah payah untuk masuk ke WWE akan punya jiwa role-model yang lebih baik daripada female talents yang 'so-called' wrestlers yang masuk ke WWE yang lancar lewat jalan belakang.
Jalan belakang? Really?
Mungkin ga semua, but, let me tell you something. Gue adalah pendengar setia Art of Wrestling podcast yang dipandu oleh Colt Cabana. Pada salah satu episode, tamu dari podcast tsb adalah Sara Del Rey, one of the best female wrestlers in the world yang sekarang kerja di Ring of Honor. Di episode tersebut, tercetus dari mulut Sara (gue juga agak lupa, dia sign mau kerja atau latihan) tentang seseorang bernama Roland Alexander (mungkin the guy from All Pro Wrestling) yang bilang ke Sara, "It's not about who you know, it's about who you blow," and I was like, "Wow, really?" Ini lah yang bikin gue curiga kenapa justru untalented female performers yang di WWE malah banyak yang punya air-time. Backstage politics don't act nice.
Di cerita lain di episode tersebut adalah dimana Colt Cabana, pada saat dia masih di developmental, dia pernah nonton sebuah diva match. Di diva match ini, si diva A tengkurep di mat dan si diva B mencoba nge-pin si diva A dengan posisi pin kebalik (posisi diva A tengkurep, kakinya diangkat ama diva B, kayak posisi usual pin) dan si diva B-nya ini didn't understand why the referee didn't count the pin. Colt pun yang ketawa ngakak sadar kalo these 'divas' were there for the fame and stuff dimana Sara yang has all the love for wrestling doesn't get the recognition that she deserves. (Psst, si diva B ini ternyata masih di employed ama WWE loh, and she's always on TV, start guessing)
Melihat untalented female 'wrestlers' di TV membuat gue berpikir, "Man, ini sih ga maksimal. Kesannya women's division cuman buat pajangan." Gue agak berpikir kalau female performers di WWE ga maksimal mungkin karena ratingnya yang PG. Bisa juga gue keliru. Tapi jika pun, memang karena PG, bukankah jadi mengarah sexist? Dimana female talents dianggap lebih lemah dan kurang mengkontribusi daripada male talents-nya?
Gue sebagai wrestling fan & cewek pengen ngelihat female wrestlers yang skillnya bisa diakui didunia yang male-dominated ini. Mereka bisa jauh lebih entertaining. Kita ga hanya merhatiin storylines, matches are being rated too.
Yah, mudah-mudahan divas division kembali ke masa jayanya. Last words to WWE: Smart, sexy & powerful? Think again.
Please comment. I'd love to hear your thoughts.
Love & Respect,
xx Arrum
Friday, 2 July 2010
Waka Woke Weka Wiki
WORLD CUP SEASON IS HAPPENING!
Yes, walaupun FIFA World Cup 2010 udah berjalan selama beberapa hari, tapi gue baru ngepostnya sekarang hahaha. Personally, I'm not a huge fan of soccer (or football, I don't want the people from UK trying to correct me). Hell, gue bahkan ga ngerti pemain-pemainnya, tim-timnya, strateginya, pelatihnya, dkk dkk-nya. GUE BUTA SEPAK BOLA. Dan ini serius.
Tapi entah kenapa, setidak ngefansnya gue ama bola, tapi kalau piala dunia pasti gue semangat nonton. Dan untuk piala dunia tahun 2010 ini, gue bener-bener tergoda & niat buat nonton. Tahun-tahun kemaren mah boro-boro deh, ogah begadang demi pertandingan doang.
Gue sempet merasa bingung, apa sih yang bikin orang suka nonton sepak bola? Gue jujur aja gabisa dapet feel nonton sepak bola kayak feel gue nonton wrestling. Kalo gue nonton wrestling, I got excited, hyped up, & basically hysterical. Gue belum pernah merasakan hal itu disaat gue nonton sepak bola.
Dan akhirnya karena obsesi gue dengan K-Pop agak ga sehat, gue mencoba nonton sepak bola, dan negara yang main adalah Korea Selatan vs Yunani. Disitu gue baru ngerasa, "Oh, gini ya rasanya nonton bola? Gila, nyeseknya kayak nonton gulat.". Gue jadi ngerti excitement orang-orang yang kadang-kadang suka berlebihan hanya karena sepak bola. Gue ngerasain hal itu dan gue merasa, well, excited!
Jujur aja, gue agak bersyukur karena gue ga tahu nama-nama pemain dan muka-muka pemain bola, karena gue takut kalo gue bakal nonton bola karena pemainnya bukan karena permainannya.
Errrr wrestling agak pengecualian ya...gue suka pertandingannya dulu terus liat pemainnya. Biasa, naluri wanita. (;
Untuk sekarang ini gue dukung Argentina buat menang piala dunia. Gatau kenapa, pas gue nonton Argentina lawan Meksiko, Argentina terlihat sangat keren (mungkin karena Argentina kejagoan, mungkin. Tapi waktu itu Meksiko terlihat tangguh kok).
Opini mungkin bakal beda, jadi share dong kalian mau negara mana yang menang World Cup dan kenapa.
2 hari rest days agak membuat TV jadi busuk ya hehe. Can't wait for the next match!
I'll see you on the next post.
Love & Respect,
xx Arrum
Yes, walaupun FIFA World Cup 2010 udah berjalan selama beberapa hari, tapi gue baru ngepostnya sekarang hahaha. Personally, I'm not a huge fan of soccer (or football, I don't want the people from UK trying to correct me). Hell, gue bahkan ga ngerti pemain-pemainnya, tim-timnya, strateginya, pelatihnya, dkk dkk-nya. GUE BUTA SEPAK BOLA. Dan ini serius.
Tapi entah kenapa, setidak ngefansnya gue ama bola, tapi kalau piala dunia pasti gue semangat nonton. Dan untuk piala dunia tahun 2010 ini, gue bener-bener tergoda & niat buat nonton. Tahun-tahun kemaren mah boro-boro deh, ogah begadang demi pertandingan doang.
Gue sempet merasa bingung, apa sih yang bikin orang suka nonton sepak bola? Gue jujur aja gabisa dapet feel nonton sepak bola kayak feel gue nonton wrestling. Kalo gue nonton wrestling, I got excited, hyped up, & basically hysterical. Gue belum pernah merasakan hal itu disaat gue nonton sepak bola.
Dan akhirnya karena obsesi gue dengan K-Pop agak ga sehat, gue mencoba nonton sepak bola, dan negara yang main adalah Korea Selatan vs Yunani. Disitu gue baru ngerasa, "Oh, gini ya rasanya nonton bola? Gila, nyeseknya kayak nonton gulat.". Gue jadi ngerti excitement orang-orang yang kadang-kadang suka berlebihan hanya karena sepak bola. Gue ngerasain hal itu dan gue merasa, well, excited!
Jujur aja, gue agak bersyukur karena gue ga tahu nama-nama pemain dan muka-muka pemain bola, karena gue takut kalo gue bakal nonton bola karena pemainnya bukan karena permainannya.
Errrr wrestling agak pengecualian ya...gue suka pertandingannya dulu terus liat pemainnya. Biasa, naluri wanita. (;
Untuk sekarang ini gue dukung Argentina buat menang piala dunia. Gatau kenapa, pas gue nonton Argentina lawan Meksiko, Argentina terlihat sangat keren (mungkin karena Argentina kejagoan, mungkin. Tapi waktu itu Meksiko terlihat tangguh kok).
Opini mungkin bakal beda, jadi share dong kalian mau negara mana yang menang World Cup dan kenapa.
2 hari rest days agak membuat TV jadi busuk ya hehe. Can't wait for the next match!
I'll see you on the next post.
Love & Respect,
xx Arrum
Tuesday, 18 May 2010
Don't Judge, Don't Complain
Masih banyak orang yang kerjaannya ngenilai gue cuman dari luar. Masih banyak orang yang belum tau sifat-sifat asli gue. Maka dari itu, dalam blog ini gue berininsiatif untuk mengundang kalian supaya bisa kenal lebih dekat dengan gue, dengan sifat-sifat gue, dengan perilaku-perilaku gue, dengan lingkungan gue, dst. Lagipula, it seems like I haven't made a proper introduction.
So, let's start, shall we?
Nama gue Harum Nadhira. Lebih beken di dunia maya dengan nama Arrum Nadhira. Di real life, gue biasa dipanggil Harum atau Arrum, and yes, I STRONGLY DISLIKE Arum, use Arrum instead, please. Gue lahir di Jakarta pada tanggal 27 Februari 1993, and I'm damn proud of being a 1993'ers haha. Gue tinggal di Pondok Aren. Kawasan yang tidak strategis memang tapi cukup nyaman tinggal disini selama belasan tahun. Gue tinggal sama bokap gue (musisi), nyokap (ibu rumah tangga), adek cowok namanya Tsar (bulan Juni nanti 10 tahun, kelas 5 SD), 2 kucing kampung, 2 pembantu, dan beberapa orang kantor (karena di rumah gue juga ada kantor). Hidup gue alhamdulillah cukup, tapi gue orangnya tau diri kok, tenang aja. (;
Gue merasakan kehidupan sekolah. TK gue di TK Kasih Ananda, SD di SDN Percontohan 010, SMP di SMPN+ 177, SMA baru lulus dari SMAN 90. Sekarang lagi jadi pengacara sekaligus nyari-nyari kampus buat kuliah.
Interests gue banyak banget. Mulai dari musik, fotografi, graphic design, writing, dancing, internet, wrestling, etc. Pada intinya sebenernya gue agak-agak artsy walaupun gabisa gambar.
Itulah sedikit dari info gue. Let's move on to mental-related subjects.
Gue itu orangnya gimana? Hmm.
Gue bisa dibilang orangnya amat sangat pemalu dan pendiam kalo baru kenal (apalagi kalo ga diajak ngomong). Tapi kalo misal udah mulai ngobrol, sifat asli gue pun keluar. Gue orangnya rame & hyper. Kalo gue ngomongin sesuatu, I tend to overreact a lot, it has been mentally painful & amusing to others at the same time. Apalagi kalo di internet, gue bener-bener bisa full capslock kalo lagi hyper atau lagi rame, sampe kadang orang mikir gue lagi marah atau kenapa hahaha.
Gue itu orangny ga pandai mengekspresikan kasih sayang. Kalo marah, gue lebih bisa diem dan kadang langsung ceplas ceplos ngomong kasar. Tapi kalo urusan nunjukkin affection atau care, sebenernya itu hal yang susah buat gue. Kadang udah di hati gue mau ngasih liat kalo gue care ama seseorang tapi ujung-ujungnya gue udah kicep karena that's just not me and it's depressing to have that kind of personality.
Gue 4-dimensional. Ini maksudnya gue kayak punya dunia sendiri. I talk like it's funny when others think it's not, I imagine things differently when other people think logically. Gue suka ngomong sendiri & gue suka melakukan hal random yang orang bisa ngomentarin gue with a simple "WTF?". Walaupun gue aneh, tapi orang-orang bilang gue yang 4D ini sangat-sangat spesial, jadi ya yaudahlah bangga hehe.
Gue itu enggak ambisius. Gue orangnya bener-bener go with the flow aja. Kalo kesampean ya Alhamdullillah, kalo ga kesampean ya yaudah. Tapi emang ga bagus sih sifat ini, kesannya emang gue kayak gapunya goal in life gitu. Walaupun sebenernya gue punya target, tapi gue aja masih belum pasti kalo target itu emang cocok ama gue.
Gue itu arogan. Yes, I admit. You can call me the younger and less beautiful version of Park Gyuri. Bedanya kalo Gyuri kan narsis, kalo gue lebih ke arogan. Gue sangat suka membanggakan diri sendiri baik secara materials, physicals, & spirituals. Sebenernya mungkin ini alter-ego kali ya? Karena tiap abis gue ngebanggain diri, I'll go "What did I just say?", there goes my 4-dimensional side.
Gue orangnya down-to-earth. Banyak yang bilang gue orang kaya tapi cuman tau cara hidup orang kaya. Buat penjelasan....I spent about more than 6 years being a poor kid. Dan gue sangat bersyukur kalo gue pernah miskin. Gue jadi lebih menghargai orang, menghargai uang & menghargai apa yang Tuhan kasih ke gue. Alhamdulillah, Tuhan emang sayang sama keluarga gue sehingga Ia memberi rezeki yang lebih dari cukup ke orang tua gue jadi gue bisa hidup makmur kayak gini. Tapi, gue masih tau diri. Banyak orang yang bilang kalo gue cuman menang duit. Tolong ya, untuk minta hp, iPod, PS dll ke bonyok gue itu ga gampang! Mereka bener-bener bikin gue supaya nunjukkin ke mereka kalo gue emang pantes punya barang-barang itu.
Oh ya, bonyok gue juga mengajarkan gue pekerjaan-pekerjaan yang biasa dilakukan pembantu; ya masak, ya nyapu, ya nyuci piring & baju, dll. Semua itu diajarin ke gue supaya gue ga cuman bisa leha-leha. Gue pun merasa santai dengan rumah orang-orang yang sederhana karena emang toh dulunya gue hidup lebih parah dari itu.
Sisanya, gue itu orangnya friendly, optimistic, goofy, unpredictable, a bit crazy but overall nice! Disini gue ga ngebanggain diri loh, most of my friends said this (:
Semoga kalian enjoy baca blog gue!
Love & Respect,
xx Arrum
So, let's start, shall we?
Nama gue Harum Nadhira. Lebih beken di dunia maya dengan nama Arrum Nadhira. Di real life, gue biasa dipanggil Harum atau Arrum, and yes, I STRONGLY DISLIKE Arum, use Arrum instead, please. Gue lahir di Jakarta pada tanggal 27 Februari 1993, and I'm damn proud of being a 1993'ers haha. Gue tinggal di Pondok Aren. Kawasan yang tidak strategis memang tapi cukup nyaman tinggal disini selama belasan tahun. Gue tinggal sama bokap gue (musisi), nyokap (ibu rumah tangga), adek cowok namanya Tsar (bulan Juni nanti 10 tahun, kelas 5 SD), 2 kucing kampung, 2 pembantu, dan beberapa orang kantor (karena di rumah gue juga ada kantor). Hidup gue alhamdulillah cukup, tapi gue orangnya tau diri kok, tenang aja. (;
Gue merasakan kehidupan sekolah. TK gue di TK Kasih Ananda, SD di SDN Percontohan 010, SMP di SMPN+ 177, SMA baru lulus dari SMAN 90. Sekarang lagi jadi pengacara sekaligus nyari-nyari kampus buat kuliah.
Interests gue banyak banget. Mulai dari musik, fotografi, graphic design, writing, dancing, internet, wrestling, etc. Pada intinya sebenernya gue agak-agak artsy walaupun gabisa gambar.
Itulah sedikit dari info gue. Let's move on to mental-related subjects.
Gue itu orangnya gimana? Hmm.
Gue bisa dibilang orangnya amat sangat pemalu dan pendiam kalo baru kenal (apalagi kalo ga diajak ngomong). Tapi kalo misal udah mulai ngobrol, sifat asli gue pun keluar. Gue orangnya rame & hyper. Kalo gue ngomongin sesuatu, I tend to overreact a lot, it has been mentally painful & amusing to others at the same time. Apalagi kalo di internet, gue bener-bener bisa full capslock kalo lagi hyper atau lagi rame, sampe kadang orang mikir gue lagi marah atau kenapa hahaha.
Gue itu orangny ga pandai mengekspresikan kasih sayang. Kalo marah, gue lebih bisa diem dan kadang langsung ceplas ceplos ngomong kasar. Tapi kalo urusan nunjukkin affection atau care, sebenernya itu hal yang susah buat gue. Kadang udah di hati gue mau ngasih liat kalo gue care ama seseorang tapi ujung-ujungnya gue udah kicep karena that's just not me and it's depressing to have that kind of personality.
Gue 4-dimensional. Ini maksudnya gue kayak punya dunia sendiri. I talk like it's funny when others think it's not, I imagine things differently when other people think logically. Gue suka ngomong sendiri & gue suka melakukan hal random yang orang bisa ngomentarin gue with a simple "WTF?". Walaupun gue aneh, tapi orang-orang bilang gue yang 4D ini sangat-sangat spesial, jadi ya yaudahlah bangga hehe.
Gue itu enggak ambisius. Gue orangnya bener-bener go with the flow aja. Kalo kesampean ya Alhamdullillah, kalo ga kesampean ya yaudah. Tapi emang ga bagus sih sifat ini, kesannya emang gue kayak gapunya goal in life gitu. Walaupun sebenernya gue punya target, tapi gue aja masih belum pasti kalo target itu emang cocok ama gue.
Gue itu arogan. Yes, I admit. You can call me the younger and less beautiful version of Park Gyuri. Bedanya kalo Gyuri kan narsis, kalo gue lebih ke arogan. Gue sangat suka membanggakan diri sendiri baik secara materials, physicals, & spirituals. Sebenernya mungkin ini alter-ego kali ya? Karena tiap abis gue ngebanggain diri, I'll go "What did I just say?", there goes my 4-dimensional side.
Gue orangnya down-to-earth. Banyak yang bilang gue orang kaya tapi cuman tau cara hidup orang kaya. Buat penjelasan....I spent about more than 6 years being a poor kid. Dan gue sangat bersyukur kalo gue pernah miskin. Gue jadi lebih menghargai orang, menghargai uang & menghargai apa yang Tuhan kasih ke gue. Alhamdulillah, Tuhan emang sayang sama keluarga gue sehingga Ia memberi rezeki yang lebih dari cukup ke orang tua gue jadi gue bisa hidup makmur kayak gini. Tapi, gue masih tau diri. Banyak orang yang bilang kalo gue cuman menang duit. Tolong ya, untuk minta hp, iPod, PS dll ke bonyok gue itu ga gampang! Mereka bener-bener bikin gue supaya nunjukkin ke mereka kalo gue emang pantes punya barang-barang itu.
Oh ya, bonyok gue juga mengajarkan gue pekerjaan-pekerjaan yang biasa dilakukan pembantu; ya masak, ya nyapu, ya nyuci piring & baju, dll. Semua itu diajarin ke gue supaya gue ga cuman bisa leha-leha. Gue pun merasa santai dengan rumah orang-orang yang sederhana karena emang toh dulunya gue hidup lebih parah dari itu.
Sisanya, gue itu orangnya friendly, optimistic, goofy, unpredictable, a bit crazy but overall nice! Disini gue ga ngebanggain diri loh, most of my friends said this (:
Ya inilah gue, Arrum. Arrum yang gak sempurna, yang kerjaannya ketawa-ketawa, yang suka ngejayus, yang random, yang silly, yang cuek ama orang yang gak dia suka, yang rada frontal, yang telah kalian terima sebagai teman.
Semoga kalian enjoy baca blog gue!
Love & Respect,
xx Arrum
Friday, 14 May 2010
The Wind Is Singing
Long holiday gives you nothing to do. Apparently.
Iya sih, jadi banyak waktu buat jalan. Ini mending kalo ada yang ngajak jalan, kalo ga ada gimana dong? Ya busuk dirumah.
Contoh: gue.
Harum Nadhira, anak baru lulus SMA berusia 17 tahun, penganggurang tidak banyak acara, kerjaannya dirumah cuman internetan ama nontonin variety shows Korea sambil menggemukkan diri (baca: ngemil, makan, ngemil, tidur).
Akhirnya untuk mencari variasi dari kegiatan liburan gue yang sangat tidak bermanfaat ini, gue harus melakukan sesuatu & beberapa hal untuk mengisi waktu. Akhirnya gue membuat list of things yang mungkin akan mewarnai liburan gue selama beberapa bulan kedepan:
1) Ngurusin prom,
2) Latian dance (err, yeah, now I'm learning by myself how to properly 'pop-n-lock'),
3) Ngelancarin nyetir,
4) Belanja ama nyokap.
Tentu saja belum semua kegiatan diatas sudah dilaksanakan hahaha. Emang kayaknya kedikitan juga ya cuman 4, tapi ya bagaimana lagi? Gue orang rumahan, males jalan (kecuali kalo lagi mood). Tapi, ayo dong ada kek gitu yang ngajak makan kek, nonton kek, ice skating kek, window-shopping pun gue jabanin huhu. Kalo gue dirumah mulu, hidup gue berasa ga produktif banget kerjaan cuman molor, makan, molor, main.
Rant banget ya isi blognya? It's because my own fault juga sih...
Btw, layout blog gue udah ganti haha sudah tidak hitam lagi. Ya gpp lah, biar suasana baru, terang dan semoga masa depan gue juga terang nantinya. AMIIIIIIIIN.
Foto yang diatas harus gue kasih credit. Itu sebenernya lukisan yg dibikin sama Mark Ryden. Bagi yang gatau, dia itu pelukis dari Amerika Serikat. Kalo pengen tau karyanya dia, lo google aja album covernya Michael Jackson yang Dangerous, itu si Mark Ryden ini yang buat. Gue sebenernya bukan orang yang ngerti lukisan atau hal-hal yang berhubungan dengan lukis-melukis tapi karya-karyanya Mark Ryden cukup 'WOW' di mata gue; menarik & eksentrik. Kalo gitu kenapa gue bisa tahu si pelukis ini? Sherri DuPree-Bemis of Eisley (aka one of my favorite artists/musicians) once put one of his paintings as her Twitter background (sekarang udah engga). Lukisannya agak sadis tapi gue sangat-sangat terpukau.
Okay agak off topic, tapi sekalian nambah info gpp, toh? (:
Gue belom mandi padahal temen-temen gue pada mau kesini, hmmmm. I should get going. Gonna watch Super Junior's Comeback Stage on Music Bank later on today! Stoked...even just watching it on TV. I should really take a shower now.
OH, and before I forget (lol isn't that a Slipknot song?), I have a formspring!!! So please, pretty please, ask anything! Deep appreciation if you follow my formspring account! So yeah, go ahead and go to here:
Love & Respect,
xx Arrum
Iya sih, jadi banyak waktu buat jalan. Ini mending kalo ada yang ngajak jalan, kalo ga ada gimana dong? Ya busuk dirumah.
Contoh: gue.
Harum Nadhira, anak baru lulus SMA berusia 17 tahun, penganggurang tidak banyak acara, kerjaannya dirumah cuman internetan ama nontonin variety shows Korea sambil menggemukkan diri (baca: ngemil, makan, ngemil, tidur).
Akhirnya untuk mencari variasi dari kegiatan liburan gue yang sangat tidak bermanfaat ini, gue harus melakukan sesuatu & beberapa hal untuk mengisi waktu. Akhirnya gue membuat list of things yang mungkin akan mewarnai liburan gue selama beberapa bulan kedepan:
1) Ngurusin prom,
2) Latian dance (err, yeah, now I'm learning by myself how to properly 'pop-n-lock'),
3) Ngelancarin nyetir,
4) Belanja ama nyokap.
Tentu saja belum semua kegiatan diatas sudah dilaksanakan hahaha. Emang kayaknya kedikitan juga ya cuman 4, tapi ya bagaimana lagi? Gue orang rumahan, males jalan (kecuali kalo lagi mood). Tapi, ayo dong ada kek gitu yang ngajak makan kek, nonton kek, ice skating kek, window-shopping pun gue jabanin huhu. Kalo gue dirumah mulu, hidup gue berasa ga produktif banget kerjaan cuman molor, makan, molor, main.
Rant banget ya isi blognya? It's because my own fault juga sih...
Btw, layout blog gue udah ganti haha sudah tidak hitam lagi. Ya gpp lah, biar suasana baru, terang dan semoga masa depan gue juga terang nantinya. AMIIIIIIIIN.
Foto yang diatas harus gue kasih credit. Itu sebenernya lukisan yg dibikin sama Mark Ryden. Bagi yang gatau, dia itu pelukis dari Amerika Serikat. Kalo pengen tau karyanya dia, lo google aja album covernya Michael Jackson yang Dangerous, itu si Mark Ryden ini yang buat. Gue sebenernya bukan orang yang ngerti lukisan atau hal-hal yang berhubungan dengan lukis-melukis tapi karya-karyanya Mark Ryden cukup 'WOW' di mata gue; menarik & eksentrik. Kalo gitu kenapa gue bisa tahu si pelukis ini? Sherri DuPree-Bemis of Eisley (aka one of my favorite artists/musicians) once put one of his paintings as her Twitter background (sekarang udah engga). Lukisannya agak sadis tapi gue sangat-sangat terpukau.
Okay agak off topic, tapi sekalian nambah info gpp, toh? (:
Gue belom mandi padahal temen-temen gue pada mau kesini, hmmmm. I should get going. Gonna watch Super Junior's Comeback Stage on Music Bank later on today! Stoked...even just watching it on TV. I should really take a shower now.
OH, and before I forget (lol isn't that a Slipknot song?), I have a formspring!!! So please, pretty please, ask anything! Deep appreciation if you follow my formspring account! So yeah, go ahead and go to here:
http://www.formspring.me/arrumnadhira
Love & Respect,
xx Arrum
Monday, 19 April 2010
Twitterverse, We Got A Problem
Helloooooo. New post, throw a party, say hooray! Egh, no.
Oh well, like previous post, gue gabakal banyak basabasi but straight to the point. Yep, it's about one of the phenomenons on the internet world: Twitter.
Gue udah punya Twitter account sekitar setahun yang lalu. Tweets gue udah berpuluh ribuan karena memang gue orangnya suka mengumbar kehidupan gue haha. Dan gue akuin, Twitter sangat-sangat adiktif. I tweet everywhere; at home, school, basically everywhere. Biasanya gue ngtweet dari hal-hal yang sifatnya announcing something, contacting somebody, or just plain random fangirling. Gue pun lebih suka ama Twitter ketimbang Facebook karena (menurut gue) jauh lebih mudah untuk dapet info & tau keadaan sekitar (lingkungan & manusia).
Selama gue hidup di Twitter, I've encountered so many uncomfortable moments, even upsetting dari beberapa orang di Twitter (baik yang gue kenal ataupun engga sama sekali). Ini dia yang mau gue omongin. Rasanya kalo cuman cerita ke temen betapa btnya gue karena beberapa hal di Twitter, belum lega di hati. Dan walaupun ini semua opini gue, toh nyatanya mayoritas temen-temen gue merasakan hal ini. Jadi inilah beberapa hal yang bener-bener gue muakkin dari beberapa masyarakat Twitter:
1. "Hey, gue follow lo loh. Follow back dong, hehe."
Okay, I get this sooooooooooooooooooooooo many times. Gue sebenernya punya prinsip untuk hanya ngefollow; temen, keluarga, people who i'm a fan of, people who I do want to follow. Kadang kalo gue nerima message ini sekali, gue masih toleransi (tanpa ngefollow orang tersebut). Tapi kalo tuh orang ga kapok-kapok ngirim message itu ya gue (sebagai orang yang sangat-sangat emosian kalo dipaksa-paksa) bakal bikin announcement di Twitter dengan huruf capslock hahaha. Lagian gue mikirnya gini, "I don't know you, why do I have to follow you? Do I have to be friends with you? What advantages will you get by having me as one of your followers? What advantages will I get by following your account? GIVE ME A GOOD REASON TO FOLLOW YOUR TWITTER." Thank you, folks. Thank you.
2. "I unfollow you, because you don't follow me back."
Haha gue sangat-sangat bukan penganut hal ini. Gue punya list of people yang ga follow me back but I still follow them. Twitter gue kan, suka-suka mau follow siapa. But anyways, ini gue kesel karena gue merasa orang yang berprinsip hal ini adalah orang kampung yang menganggap Twitter sebagai ajang adu eksis. Bash me all you want and tell me it's not true but I know deep down inside your heart, there's a tiny bitsy space of it saying it's the truth. Followers banyak ga menjamin kalo lo eksis. Followers banyak could mean; you have lots of friends/family on Twitter, most of your followers think you're cool, most of your followers are SPAMS. I do have 400 followers, that's about 4 times my following list but no I don't need to brag about it, and I don't have any problems with people unfollowing me. I just don't like this reason when I'm being unfollowed.
3. "You talk too much thrash, my timeline is filled with your tweets."
I LOL'd at this. Kalo emang gasuka tweet gue, tinggal unfollow or block me. I don't even care. Lagipula, when you have a Twitter account, it's your right to tweet anything, anytime, anywhere. Biarpun itu untuk pamer, sekadar ganti status, ajang emo, nyindir, ya tetep aja itu account lo. Lo bebas untuk ngetweet banyak ataupun sedikit. Banyak orang yang gasuka kalo tweet kita bawel dan bisa tiap menit. Tapi itu adalah KONSEKUENSI yang memang harus ditolerir kalo lo emang mau jadi masyarakat Twitter. People talk a lot of shits all the time, deal with it.
Errrrr..... gue masalahnya cuman 3 itu sih hahahaha. Yang pasti, ini itu free country, kita bebas memfollow & mengunfollow & berbicara apapun (tentu dengan etiket). Kalo ada tambahan, silahkan comment aja ya!
Love & Respect,
xx Arrum
Oh well, like previous post, gue gabakal banyak basabasi but straight to the point. Yep, it's about one of the phenomenons on the internet world: Twitter.
Gue udah punya Twitter account sekitar setahun yang lalu. Tweets gue udah berpuluh ribuan karena memang gue orangnya suka mengumbar kehidupan gue haha. Dan gue akuin, Twitter sangat-sangat adiktif. I tweet everywhere; at home, school, basically everywhere. Biasanya gue ngtweet dari hal-hal yang sifatnya announcing something, contacting somebody, or just plain random fangirling. Gue pun lebih suka ama Twitter ketimbang Facebook karena (menurut gue) jauh lebih mudah untuk dapet info & tau keadaan sekitar (lingkungan & manusia).
Selama gue hidup di Twitter, I've encountered so many uncomfortable moments, even upsetting dari beberapa orang di Twitter (baik yang gue kenal ataupun engga sama sekali). Ini dia yang mau gue omongin. Rasanya kalo cuman cerita ke temen betapa btnya gue karena beberapa hal di Twitter, belum lega di hati. Dan walaupun ini semua opini gue, toh nyatanya mayoritas temen-temen gue merasakan hal ini. Jadi inilah beberapa hal yang bener-bener gue muakkin dari beberapa masyarakat Twitter:
1. "Hey, gue follow lo loh. Follow back dong, hehe."
Okay, I get this sooooooooooooooooooooooo many times. Gue sebenernya punya prinsip untuk hanya ngefollow; temen, keluarga, people who i'm a fan of, people who I do want to follow. Kadang kalo gue nerima message ini sekali, gue masih toleransi (tanpa ngefollow orang tersebut). Tapi kalo tuh orang ga kapok-kapok ngirim message itu ya gue (sebagai orang yang sangat-sangat emosian kalo dipaksa-paksa) bakal bikin announcement di Twitter dengan huruf capslock hahaha. Lagian gue mikirnya gini, "I don't know you, why do I have to follow you? Do I have to be friends with you? What advantages will you get by having me as one of your followers? What advantages will I get by following your account? GIVE ME A GOOD REASON TO FOLLOW YOUR TWITTER." Thank you, folks. Thank you.
2. "I unfollow you, because you don't follow me back."
Haha gue sangat-sangat bukan penganut hal ini. Gue punya list of people yang ga follow me back but I still follow them. Twitter gue kan, suka-suka mau follow siapa. But anyways, ini gue kesel karena gue merasa orang yang berprinsip hal ini adalah orang kampung yang menganggap Twitter sebagai ajang adu eksis. Bash me all you want and tell me it's not true but I know deep down inside your heart, there's a tiny bitsy space of it saying it's the truth. Followers banyak ga menjamin kalo lo eksis. Followers banyak could mean; you have lots of friends/family on Twitter, most of your followers think you're cool, most of your followers are SPAMS. I do have 400 followers, that's about 4 times my following list but no I don't need to brag about it, and I don't have any problems with people unfollowing me. I just don't like this reason when I'm being unfollowed.
3. "You talk too much thrash, my timeline is filled with your tweets."
I LOL'd at this. Kalo emang gasuka tweet gue, tinggal unfollow or block me. I don't even care. Lagipula, when you have a Twitter account, it's your right to tweet anything, anytime, anywhere. Biarpun itu untuk pamer, sekadar ganti status, ajang emo, nyindir, ya tetep aja itu account lo. Lo bebas untuk ngetweet banyak ataupun sedikit. Banyak orang yang gasuka kalo tweet kita bawel dan bisa tiap menit. Tapi itu adalah KONSEKUENSI yang memang harus ditolerir kalo lo emang mau jadi masyarakat Twitter. People talk a lot of shits all the time, deal with it.
Errrrr..... gue masalahnya cuman 3 itu sih hahahaha. Yang pasti, ini itu free country, kita bebas memfollow & mengunfollow & berbicara apapun (tentu dengan etiket). Kalo ada tambahan, silahkan comment aja ya!
Love & Respect,
xx Arrum
Subscribe to:
Posts (Atom)
